LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA “INDUKSI MAGNETIK”

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

“INDUKSI MAGNETIK”

 

 

 

AZKA MUTIA

ISTIQOMAH

OLFAH

RIZKA MAULANIE

TRI LISANI S

YAUMIL CH

XII IA 1

SMAN 2 PALANGKA RAYA

  1. A.    LATAR BELAKANG

Dalam bidang kelistrikan kita mengenal adanya muatan positif dan muatan negatif. Sedangkan dalam bidang kemagnetan kita mengenal adanya kutub utara dan kutub selatan. Bidang kelistrikan dan bidang kemagnetan memiliki hubungan yang erat. Dalam bidang kelistrikan muatan positif akan saling tolak menolak dengan muatan yang sama jenis, namun akan saling tarik menarik dengan muatan yang berbeda jenis. Sama seperti kelistrikan, dalam kemagnetan, kutub sejenis akan saling tolak menolak. Sedangkan, kutub yang tak sejenis akan saling tarik menarik.
Perbedaan antara magnet dan listrik adalah bahwa dalam kemagnetan, kedua kutub selalu berpasangan. Tak ada magnet dengan hanya memiliki satu kutub saja, pasti memiliki dua kutub yaitu kutub utara dan kutub selatan. Berbeda dengan kelistrikan di mana dimungkinkan adanya muatan tunggal, positif atau negatif saja, atau tidak selalu berpasangan.

  1. B.     LANDASAN TEORI

Tokoh fisikawan yang mengemukakan tentang medan magnetik adalah Hans Christian Oersted pada tahun 1980. Oersted menggunakan kawat konduktor yang di letakkan diatas kompas. Jika kawat tersebut dialiri arus listrik dengan arah dari selatan ke utara, maka jarum kompas akan menyimpang ke kiri. Akan tetapi, jika kawat tersebut dialiri arus listrik dengan arah utara ke selatan maka jarum kompas akan menyimpang ke arah kanan.

Dari percobaan tersebut, Oersted mengambil kesimpulan bahwa di sekitar arus listrik terdapat medan magnet atau perpindahan muatan listrik yang menimbulkan medan magnet sehingga dapat mempengaruhi kedudukan magnet jarum, kekuatan medan magnet disekitar arus listrik ini dipengaruhi oleh kuat arus yang mengalir dan jarak terhadap kawat. Berdasarkan percobaan ini pula diketahui bahwa arah arus listrik mempengaruhi arah arus penyimpangan jarum kompas. Hubungan antara arah arus listrik dan arah garis gaya magnet dapat ditentukan dengan kaidah tangan kanan. Kaidah tangan kanan menyatakan bahwa, jika kita menggenggam penghantar sehingga ibu jari kita menunjukkan arah arus maka arah genggaman jari yang lain menunjukkan arah medan magnetik induksi di sekitar penghantar. Sedangkan arah medan magnetik di suatu titik searah dengan garis singgung lingkaran di titik tersebut.

  1. C.    TUJUAN PERCOBAAN
    1. Mengetahui hubungan kelistrikan dan kemagnetan melalui rangkaian
    2. Mencoba dan membuktikan percobaan Hans Christian Oersted
    3. Mengetahui besar simpangan yang terjadi
    4. Menganalisis dan menyimpulkan hasil percobaan
    5. D.    ALAT DAN BAHAN
      1. Kawat konduktor

                                                              i.      Kawat Selenoida. Kawat selenoida yang digunakan dengan panjang pada saat diregangkan adalah 80 cm dan panjang pada saat dililit adalah 12,5 cm dengan banyak lilitan 12 serta diameter kawat selenoid sebesar 2 cm

                                                            ii.      Kawat lurus. Kawat lurus yang digunakan dalam percobaan mempunyai panjang sebesar 14,5 cm

                                                          iii.      Kawat melingkar. Kawat melingkar yang digunakan dengan diameter 14,5 cm dan panjang kawat 80 cm

  1. Alas yang berasal dari strofoam
  2. Kompas
  3. Catu daya
  4. Kabel listrik ±1,5 m
  5. Stop kontak
  6. E.     PROSEDUR PERCOBAAN
 
   

 

 

 

  1. Menyiapkan alas
  2. Menyiapkan masing-masing kawat konduktor (selenoid,lurus dan melingkar)
  3. Merangkai bahan seperti skema percobaan di atas
  4. Pertama, menguji kawat selenoid
  5. Meletakkan kompas di bawah kawat kondukor untuk melihat besar simpangan yang terjadi
  6. Melakukan cara yang sama (langkah d dan e) dengan menggunakan kawat lurus dan kawat melingkar
  7. F.     HASIL PERCOBAAN
    1. Kawat Selenoid

No

Tegangan

Simpangan tertinggi

Simpangan terendah

1

3 v

25°

2

6 v

60°

35°

3

9 v

70°

330° (-30°)

4

12 v

75°

320° (-40°)

  1. Kawat lurus

No

Tegangan

Simpangan tertinggi

Simpangan terendah

1

3 v

70°

60°

2

6 v

80°

10°

3

9 v

80°

300° (-60°)

4

12 v

80°

300° (-60°)

  1. Kawat melingkar

No

Tegangan

Simpangan tertinggi

Simpangan terendah

1

3 v

10°

2

6 v

10°

3

9 v

10°

4

12 v

10°

  1. G.    KESIMPULAN

Percobaan yang dilakukan oleh Hans Christian Oersted ternyata benar adanya setelah kami melakukan prakikum pada tanggal 1 November 2012 kemarin. Dengan praktikum tersebut, kami dapat mengetahui bahwa apabila kawat yang diletakkan diatas kompas yang dialiri arus listrik, maka terjadi penyimpangan sudut kompas.

Selain itu, pada kawat selenoid, besar simpangannya lebih kecil dibandingkan dengan kawat lurus. Hal ini diakibatkan oleh kawat selenoid mempunyai panjang 80 cm sedangkan kawat lurus hanya memiliki panjang 14,5 cm. Besar induksi magnet kawat lurus sebanding dengan kuat arus dan panjang kawat serta berbandiing terbalik dengan kuadrat jaraknya. Sedangkan pada solenoida besarnya sebanding dengan jumlah lilitan kawatnya.

Akan tetapi, kemungkinan terdapat kesalahan percobaan pada saat kami melakukan praktikum, dikarenakan terjadi penyimpangan sudut kompas ke arah minus ketika voltasenya dinaikkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s